Semester baru telah dimulai, sedikit terlambat seminggu dibandingkan sekolah lain. Ya, sekolah tempatku bekerja memberikan 3 minggu libur untuk teacher dan murid sebelum memulai semester 2 di tahun ajaran ini. Senin kemarin merupakan hari pertama bekerja, pembelajaran efektif pun sudah dimulai. Aku masih tetap mengajar mathematics untuk secondary 2 students dan physics untuk secondary 3 students. Beruntung hari pertama itu sec 3 masih psychology test, jadi aku hanya mengajar sec 2. Tapi seperti biasa, hari senin di awal bulan adalah teacher meeting, yang membuat jam pulang jadi terlambat. Inti meeting tersebut adalah, job desk yang menumpuk dan harus siap dikerjakan untuk semester ini. Oke, tak ada waktu untuk mengeluh, just do it. Kembali ke rutinitas yang hectic.. tak hanya bagi teacher, tapi juga students, karena mereka sudah menghadapi homework, project dan bahkan quiz di minggu pertama. Ok, just face it.
Udara kota Malang seminggu ini cukup panas, tak ada hujan. Kalaupun turun hujan itu hanya 10-20 menit. AC di atas kepalaku tak pernah berhenti meniup udara dingin. Oh ya, gunung Bromo lagi batuk dan abunya mulai bergerak ke kota Malang, jadi berdebu dimana-mana. Mungkin kombinasi kondisi udara dan debu membuat banyak penyakit bertebaran, hal ini terlihat dari kondisi secondary teacher room ruanganku bekerja. Hampir semua batuk-pilek bergantian. Principal malah sejak hari pertama sudah batuk, parah, sangking sebelnya dia sampe menghentak-hentakkan kakinya setiap batuk parah. Aku sendiri mulai pusing di Selasa siang, dan benar saja Rabu pagi sudah meriang. Berangkat ke kantor dengan pikiran akan skip upacara di hari tersebut. Ketika sampai di sekolah, aku menenteng lunch box dan id card teacher. Naik ke ground floor untuk absen menggunakan id card tadi. Kemudian tolah-toleh sendiri. Baru sadar ransel ku ketinggalan di rumah. Ranselku berisi laptop dan ada worksheet untuk siswa yang sudah kusiapkan. Intinya ga mungkin mengajar tanpa ransel tadi. Jadilah aku skip upacara untuk kembali lagi ke rumah mengambil ransel. Dengan kondisi meriang. Oke, diketawain Ms. Asri katanya ga jauh beda ma murid primary nya. Yah... udah ga konsen lah dengan kondisi begini. Hari Kamis-Jumat bertambah parah demikian beberapa teacher lain mulai terlihat membawa minyak aromatherapy kemana-mana. Oh ya teacher dari Filipina dan India cukup senang dengan minyak aromatherapy yang selalu ada di meja kerjaku. Kini mereka sudah bisa beli sendiri jadi ga minta di mejaku lagi. Ms. Mich, asal filipina - rekan pengajar Matematika, juga mulai merasa meriang di hari Jumat hingga tak sadar memakai baju terbalik depan-belakang. Untung tidak kentara, tapi dia menunjukkan padaku label kaos yang berada di bagian depan sambil terkekeh-kekeh menertawakan dirinya sendiri.
Yang membuatku terkesan adalah a slice of lemon inside warm water pemberian Ms. Ivon. Menyadari banyak rekan teacher yang flu, orangnya menelpon sopirnya dan meminta dibawakan buah lemon dan pisau. Setelah sopirnya datang, ia mengiris lemon tersebut dan meletakkan ke dalam cangkir dan diisi dengan air hangat. Ia berikan kepadaku dan Ms. Mich, sambil mendoakan agar kami segera sembuh. Hanya seiris lemon dalam air hangat tapi itu menunjukkan perhatian dari rekan kerjaku. Thanks Ms. Ivon.
#PejuangS3 yuk !
1 year ago

0 comments:
Post a Comment